Artikel

sejarah sunan giri

Sejarah Sunan Giri : Biografi, Dakwah, dan Keteladanan

Sunan Giri adalah salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam di tanah Jawa. Beliau sebagai wali songo yang memiliki peran besar dalam mendirikan pesantren, menyebarkan ilmu fiqih, hingga menciptakan tembang dan permainan tradisional sebagai sarana dakwah. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang sejarah, perjalanan hidup, strategi dakwah, hingga peninggalan Sunan Giri. Biografi Sunan Giri Sunan Giri memiliki nama asli Raden Paku, putra dari Maulana Ishaq, seorang ulama ternama di Pasai sekaligus adik dari Maulana Malik Ibrahim. Ibunya bernama Dewi Sekardadu, putri dari Raja Blambangan, Prabu Menak Sembuyu. Kelahiran Raden Paku terjadi ketika Blambangan mengalami penyebaran wabah penyakit yang merajalela. Karena dianggap lahirnya membawa kutukan, maka orang tua bayi membuangnya ke laut. Namun, takdir Allah mempertemukan bayi itu dengan Nyai Ageng Pinatih, seorang pengusaha besar dari Gresik. Ia kemudian memberikan nama Jaka Samudera karena bertemu di samudera. Tempat Sunan Giri Menuntut Ilmu Sejak kecil, Sunan Giri dikenal rajin dan cerdas. Pada usia 12 tahun, ia menimba ilmu di Pesantren Ampeldenta milik Sunan Ampel. Di sana, ia bersahabat karib dengan Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Sunan Ampel kemudian mengirimnya belajar ke Pasai (Aceh) untuk berguru kepada Maulana Ishaq, ayahnya sendiri. Di sana, ia diketahui memiliki ilmu laduni, yaitu ilmu yang langsung diberikan Allah tanpa perantara guru. Karena keistimewaan ini, ia mendapatkan nama baru: Maulana Ainul Yaqin. Perjalanan Dakwah Sunan Giri Setelah menuntut ilmu, Sunan Giri kembali ke Jawa. Namun sebelum menetap, ia berkeliling nusantara sambil berdagang untuk membantu ibu angkatnya. Perjalanan dakwahnya meliputi Bawean, Madura, Lombok, Ternate, Tidore, hingga Kalimantan Selatan. Melalui perjalanannya, banyak pesantren berdiri di wilayah nusantara. Hal ini membuatnya mendapat julukan sebagai Penyebar Pesantren Nusantara. Akhirnya, ia menetap di Gresik dan mendirikan Pesantren Giri, yang berkembang menjadi Kerajaan Giri Kedaton. Sebagai pemimpin, ia bergelar Prabu Satmata dan terkenal juga dengan sebutan Sultan Abdul Faqih karena kepakarannya dalam ilmu fiqih. Selain fiqih, Sunan Giri berdakwah melalui seni. Ia menciptakan tembang Jawa seperti Asmarandhana dan Pucung, serta permainan tradisional anak seperti Jamuran, Cublak-Cublak Suweng, Jor, Jelungan, dan Padhang Bulan. Metode ini membuat dakwahnya mudah diterima masyarakat. Strategi Dakwah Sunan Giri Beberapa strategi yang digunakan Sunan Giri dalam menyebarkan Islam antara lain: Mendirikan masjid dan pesantren Giri Mengajarkan Islam lewat tembang dan permainan anak Berdakwah dengan kepemimpinan yang merakyat Menyebarkan Islam sambil berdagang ke berbagai daerah Mengembangkan pendidikan terbuka Mengubah dukuh menjadi pesantren sebagai pusat ilmu Peninggalan Sunan Giri Beberapa peninggalan bersejarah yang masih bisa ditemukan hingga kini adalah: Masjid dan Pesantren Giri di Gresik Makam Sunan Giri di Giri Gajah, Kabupaten Gresik Karya seni berupa tembang Asmarandhana dan Pucung Keteladanan Sunan Giri Sunan Giri meninggalkan banyak keteladanan yang bisa diteladani generasi sekarang, di antaranya: Pemimpin yang adil dan mengayomi rakyat Santri yang cerdas, rajin, dan tekun Dai yang toleran dalam berdakwah Seorang seniman kreatif yang memanfaatkan budaya untuk dakwah Nama-Nama Lain Sunan Giri Sepanjang hidupnya, Sunan Giri dikenal dengan beberapa nama dan gelar, yaitu: Raden Paku → nama pemberian ayahnya Jaka Samudera → nama dari Nyai Ageng Pinatih karena ditemukan di laut Maulana Ainul Yaqin → gelar saat memperoleh ilmu laduni Prabu Satmata → gelar ketika memimpin Kerajaan Giri Kedaton Sultan Abdul Faqih → gelar sebagai ahli fiqih dunia Sang Hyang Girinoto → gelar karena jasanya dalam seni pewayangan. Penutup Sunan Giri adalah sosok wali songo yang berperan penting dalam menyebarkan Islam di nusantara. Dengan strategi dakwah yang cerdas, toleran, dan kreatif, beliau berhasil mendirikan pusat keilmuan yang berpengaruh hingga kini. Warisan pesantren, masjid, tembang, hingga permainan tradisional anak-anak membuktikan bahwa dakwah bisa berjalan harmonis dengan budaya.

Sejarah Sunan Giri : Biografi, Dakwah, dan Keteladanan Read More »

sejarah sunan bonang

Sejarah Sunan Bonang : Biografi, Dakwah, dan Keteladanan

Sunan Bonang adalah salah satu anggota Wali Songo, tokoh penting dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara. Beliau lahir di Tuban pada tahun 1465 Masehi dengan nama asli Raden Makhdum Ibrahim. Sunan Bonang dikenal sebagai ulama yang literat, seniman kreatif, dan ahli strategi berperang, yang berperan besar dalam memperkenalkan ajaran Islam melalui jalur literasi, budaya, dan kesenian. Biografi Sunan Bonang merupakan putra dari Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Dari garis keturunan ibunya, beliau adalah cucu Bupati Tuban Arya Teja, sementara dari garis ayahnya, ia merupakan cucu Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim), salah satu wali tertua di Jawa. Sunan Bonang juga merupakan saudara kandung Sunan Drajat (Masih Munat/Raden Syarifuddin), yang juga dikenal sebagai penyebar Islam yang bijaksana dan dermawan. Perjalanan Dakwah Sunan Bonang Sunan Bonang mengawali dakwahnya di daerah Kediri. Di awal dakwahnya, beliau menerapkan gaya dakwah yang keras. Sehingga yang terjadi adalah penolakan dan perlawanan dari masyarakat setempat. Akhirnya Sunan Bonang memutuskan untuk kembali ke Surabaya. Akan tetapi, selama dakwah di Kediri, Sunan Bonang sempat mendirikan masjid pertama kali dengan nama “Masjid Sangkal Daha”. Selanjutnya atas permintaan Raden Patah, Sunan Bonang mendapatkan tugas sebagai Imam Besar di Kesultanan Demak, sekaligus sebagai Panglima Tertinggi Kesultanan Demak. Peran ini menunjukkan bahwa beliau bukan hanya tokoh spiritual, tetapi juga memiliki kemampuan dalam bidang kepemimpinan dan strategi. Setelah menunaikan tugas di Kesultanan Demak, Sunan Bonang melanjutkan dakwahnya dengan berkeliling. Daerah yang dituju adalah Desa Bonang, Lasem (Rembang, Jawa tengah). Beliau merubah cara dakwahnya yang pada awalnya keras menjadi dakwah dengan cara-cara yang lembut, dan mudah diterima masyarakat. Nama “Bonang” yang menjadi Sebutan Beliau, berasal dari nama sebuah desa, yaitu desa Bonang yang terletak di daerah Lasem. Di sini Sunan Bonang juga mendirikan Pesantren yang diberi nama : “Watu Layar”, yang berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang melahirkan banyak santri berilmu dan berakhlak mulia. Sunan Bonang berdakwah dengan memadukan unsur kesenian lokal seperti gamelan, tembang Jawa, serta karya sastra. Beliau menciptakan alat musik tradisional yang diberi nama “Bonang”. Kreatifitas dan inovasi inilah yang membuat dakwah Sunan Bonang menjadi lebih mudah dan agama Islam di daerah tersebut berkembang pesat. Selanjutnya, dakwah Sunan Bonang tidak hanya berhenti di Bonang, Lasem. Namun beliau melanjutkan dakwahnya di daerah lain seperti; Pati, Tuban, Madura, dan Bawean. Karya dan Keilmuan Sunan Bonang Sebagai ulama yang berilmu luas, Sunan Bonang menguasai berbagai bidang seperti fikih, ushuluddin, tasawuf, seni, sastra, dan arsitektur. Beliau terkenal dengan ajaran filsafat cinta (mahabbatullah), yaitu cinta sejati kepada Allah SWT yang menjadi dasar dari segala amal ibadah. Beberapa karya terkenal Sunan Bonang antara lain: Wafat Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 Masehi. Makam dan petilasan beliau terdapat di Lasem, Pulau Bawean dan Kutorejo Tuban, yang hingga kini ramai diziarahi masyarakat. Warisan ajaran dan karya beliau tetap hidup melalui pesantren, tembang-tembang Jawa, serta nilai-nilai cinta Ilahi yang diajarkannya. Sikap Positif /Nilai Keteladan Sunan Bonang merupakan sosok ulama, seniman, dan filosof Islam yang berhasil menyebarkan ajaran Islam dengan cara damai dan kreatif. Melalui pendekatan budaya dan kesenian, beliau memperkenalkan nilai-nilai Islam yang penuh cinta, keindahan, dan kedamaian kepada masyarakat Jawa. Adapun sikap positif / nilai keteladanan yang dapat dicontoh dari Sunan Bonang, di antaranya; Gemar membaca dan tekun menulis keilmuan Seniman yang Kreatif dan inovatif dalam Toleran dan bijaksana dalam berdakwah Mengembangkan pendidikan melalui pesantren Download Ringkasan

Sejarah Sunan Bonang : Biografi, Dakwah, dan Keteladanan Read More »